Search
Close this search box.

Sulit Mendengar vs. Tuli: Perbedaan, Gejala, dan Pengobatan.

sulit mendengar vs. tuli

Apakah Anda mengalami kesulitan mendengar? Sulit mendengar dan tuli berbeda. Simak informasinya mengenai sulit mendengar vs. tuli mengenai perbedaan, gejala, dan pengobatan.

Sulit Mendengar vs. Tuli Berbeda

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau dikenal dengan WHO memperkirakan bahwa lebih dari 5% populasi manusia di dunai ini memiliki beberapa jenis gangguan pendengaran yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter menggambarkan seseorang mengalami gangguan pendengaran ketika mereka tidak dapat mendengar dengan baik atau bahkan sama sekali. Kondisi yang disebut gangguan pendengaran dikategorikan pada istilah sulit mendengar dan tuli untuk menggambarkan gangguan pendengaran.

Perbedaan Sulit Mendengar vs. Tuli

Sulit mendengar dan tuli merupakan jenis gangguan pendengaran yang berbeda pada tingkatannya.  Terdapat beberapa tingkatan gangguan pendengaran yang berbeda, yaitu:

1. Ringan: Kesulitan mendengar suara yang lembut atau halus.

2. Sedang: Kesulitan mendengar ucapan atau suara dengan volume normal.

3. Parah: Suara atau ucapan keras mungkin terdengar, tetapi sulit mendengar pada volume normal.

4. Mendalam: Hanya suara yang sangat keras yang dapat terdengar, atau mungkin tidak dapat mendengar sama sekali.

Kemudian, istilah “sulit mendengar” merujuk pada gangguan pendengaran dari tingkat ringan hingga berat. Pada orang dengan kondisi ini, beberapa kemampuan pendengaran masih ada.

Di sisi lain, “ketulian” mengacu pada gangguan pendengaran yang sangat dalam. Seseorang mengalami tuli memiliki pendengaran yang sangat terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali.

Pada orang tuli dan mereka yang sulit mendengar dapat berkomunikasi secara nonverbal dengan orang lain melalui beberapa cara yang berbeda, seperti Bahasa Isyarat Amerika (ASL) dan membaca gerakan bibir.

Baca Juga: Tips Mengatasi Telinga Tuli dengan Alat Bantu Dengar yang Sesuai

sulit mendengar vs. tuli

Gejala Mengalami Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran dapat dikenali dengan gejala yang terjadi seperti merasa teredam ketika mendengar suara atau berbicara dengan orang lain, kesulitan mendengar saat berada di lingkungan yang bising atau ketika lebih dari satu orang sedang berbicara, sering meminta orang lain untuk mengulang atau berbicara lebih keras atau lambat, dan bahkan menaikkan volume di TV atau headphone.

Gejala mengalami gangguan pendengaran juga dapat terjadi pada anak-anak dan bayi. Pada anak – anak dan bayi tentunya gejala yang hadir berbeda dengan orang dewasa. Gejala tersebut seperti anak berbicara dengan sangat keras, sering membalas lawan bicaranya dengan kata ya atau apa, tidak menanggapi atau mengikuti petunjuk, keterlambatan perkembangan berbicara, selalu menaikkan volume suara lebih tinggi.

Selain itu, gejala yang terjadi pada bayi seperti bayi tidak terkejut oleh suara keras, hanya memperhatikan saat mereka melihat bukan saat dipanggil nama mereka, tampak mendengar beberapa suara tetapi tidak yang alin, tidak menanggapi atau beralih ke sumber suara saat berusia 6 bulan, tidak mengucapkan kata-kata sederhana pada usia 1 tahun.

Faktor Penyebab Sulit Mendengar

Sulit mendengar dapat terjadi akibat faktor penyebab seperti penuaan atau kemampuan mendengar mengalami penurunan, paparan suara keras, mengalami infeksi seperti otitis media, meningitis, dan campak, infeksi selama kehamilan seperti rubella dan sipilis, mengalami cedera kepala atau telinga, mengonsumsi obat-obatan seperti antibiotik, diuretik, dan kemoterapi, mengalami kelainan bawaan, faktor genetik, dan penumpukan kotoran pada telinga.

Pengobatan Sulit Mendengar dan Tuli

Mengalami kesulitan pendengaran atau tuli dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu. Dokter akan melakukan tes sederhana untuk memeriksa telinga dan pendengaran. Selain itu, opsi pengobatan atau perawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Penggunaan Alat Bantu Dengar

Alat bantu dengar adalah perangkat kecil yang ditempatkan di telinga dan tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran. Perangkat ini berfungsi untuk memperkuat suara di sekitar Anda, sehingga memudahkan Anda dalam mendengar apa yang terjadi di sekitar. Alat bantu dengar sebagai solusi untuk penderita gangguan pendengaran.

2. Menggunakan perangkat bantu

Perangkat bantu seperti teks pada video dan sistem FM yang menggunakan mikrofon untuk pembicara dan penerima untuk pendengar.

3. Melakukan Implan Koklea

Implan koklea merupakan pilihan bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran yang lebih parah. Perangkat ini mengubah suara menjadi sinyal listrik yang kemudian diteruskan ke saraf pendengaran. Kemudian, otak akan menafsirkan sinyal-sinyal tersebut sebagai suara.

4. Tindakan Pembedahan

Pembedahan untuk pengobatan penderita gangguan pendengaran terjadi apabila mengalami kerusakan pada gendang telinga dan tulang telinga tengah yang memengaruhi pendengaran.

5. Membersihkan telinga

Penumpukan kotoran telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara. Oleh sebab itu, membersihkan telinga wajib dilakukan.

Pencegahan Gangguan Pendengaran

Selain pengobatan, terdapat cara pencegahan gangguan pendengaran dengan cara mengecilkan volume dan menghindari volume keras, istirahat dari paparan suara keras, menggunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan bising, membersihkan pendengaran, vaksinasi untuk melindungi dari infeksi pendengaran, dan melakukan tes rutin terkait pendengaran.

Baca Juga: Perbedaan antara Tuli Konduktif dan Sensorineural

Cara Komunikasi dengan Penderita Gangguan Pendengaran

Biasanya penderita gangguan pendengaran akan lebih sensitif dan emosi, oleh sebab itu, berikut ini cara komunikasi untuk memudahkan mereka memahami Anda.

Sekian informasi dari Brilliant Hearing tentang sulit mendengar vs. tuli. Semoga informasi yang diberikan penulis dapat bermanfaat bagi para pembaca. Mengalami sulit mendengar biasanya terjadi akibat gangguan pendengaran ringan hingga berat. Sedangkan tuli mengacu pada gangguan pendengaran yang sangat dalam. Jika mengalami sulit mendengar dalam jangka waktu tertentu atau tuli Anda dapat berkonsultasi ke dokter THT untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan perawatan terkait pendengaran Anda.

Brilliant Hearing merupakan penyedia alat bantu dengar dan konsultasi terkait pendengaran dengan tim Ahli. Apabila mengalami sulit mendengar atau tuli membutuhkan alat bantu dengar dapat menghubungi Brilliant Hearing.

Salah satu produk Brilliant Hearing:

Audio Service Mood 4 G6 Li-Ion

Bagikan :

Produk Kami

Artikel Lainnya

Brillianthearing.id
Share to Friend/Family:
©️ Brilliant Hearing 2024
Kami Siap Membantu!