Search
Close this search box.

Bahaya Perforasi Membran Timpani: Risiko Kehilangan Pendengaran

Bahaya Perforasi Membran Timpani: Risiko Kehilangan Pendengaran

Tahukah Anda jika membran timpani atau gendang telinga berupa selaput tipis? Beberapa kondisi dapat menyebabkan perforasi membran timpani

Gendang Telinga

Gendang telinga atau membran timpani merupakan salah satu bagian telinga yang berupa selaput tipis. Selaput tipis ini berada di telinga bagian tengah. Gendang telinga ini memisahkan telinga bagian luar dengan telinga bagian tengah. 

Apa fungsi dari gendang telinga ini? Gendang telinga berfungsi untuk menerima suara dari telinga bagian luar yang berbentuk getaran. Getaran ini kemudian akan diteruskan ke telinga bagian tengah kemudian diteruskan menuju otak. 

Selain berfungsi untuk menyalurkan gelombang suara, gendang telinga juga berfungsi untuk melindungi telinga dari benda asing yang masuk ke telinga hingga telinga bagian tengah. 

Gendang telinga memiliki peran yang sangat penting, baik untuk mendengar maupun untuk melindungi bagian telinga itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kondisi gendang telinga agar tetap dalam kondisi yang baik. 

Sebenarnya, ada beberapa jenis gangguan telinga yang dapat dialami oleh seseorang. Salah satu yang sering terjadi adalah pecah atau robeknya gendang telinga atau juga bisa disebut sebagai perforasi membran timpani. 

Seperti yang sudah Anda ketahui, gendang telinga memiliki lapisan yang tipis sehingga memungkinkan gendang telinga mudah robek. Ketika gendang telinga ini robek, itu artinya terdapat lubang pada selaput tipis membran timpani ini yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri dan sakit pada telinga. 

Selain menimbulkan rasa nyeri dan sakit telinga, perforasi membran timpani juga dapat menimbulkan gangguan pendengaran bahkan kehilangan pendengaran. Gendang telinga yang pecah juga dapat memicu otitis media, yaitu infeksi bakteri yang terjadi pada telinga bagian tengah. 

Sayangnya, seseorang mungkin tidak dapat langsung menyadari ketika mengalami perforasi membran timpani. Biasanya, gejala pecahnya gendang telinga ini akan muncul setelah beberapa hari. 

Selain beberapa gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, ada juga beberapa gejala lainnya yang patut Anda waspadai sebab bisa menjadi tanda ketika gendang telinga Anda pecah. Berikut ini adalah beberapa gejala gendang telinga pecah. 

  • Suara berdenging atau tinnitus. 
  • Keluarnya cairan dari dalam telinga. 
  • Gatal pada telinga. 
  • Pusing atau vertigo. 
  • Mual hingga muntah. 

perforasi membran timpani

Penyebab Perforasi Membran Timpani

Meskipun berupa selaput tipis dan berisiko untuk robek, membran timpani ini tidak bisa robek tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengalami perforasi membran timpani. 

Berikut ini adalah beberapa penyebab perforasi membran timpani. 

1. Infeksi

Penyebab perforasi membran timpani yang pertama yaitu infeksi. Biasanya, infeksi pada telinga akan menyebabkan penumpukan cairan di dalam telinga. 

Cairan yang menumpuk dan tidak segera diatasi dengan tepat akan menyebabkan tekanan pada gendang telinga. Hal itulah yang memicu robeknya gendang telinga. 

2. Dekompresi

Penyebab perforasi membran timpani yang kedua yaitu dekompresi. Apa itu dekompresi? Dekompresi merupakan gangguan telinga yang lebih sering dirasakan oleh penyelam. 

Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan tekanan dari udara menuju dalam air. Kegiatan menyelam juga dapat menurunkan suhu tubuh secara drastis. Sementara itu, tekanan di bawah air bisa meningkat dengan tajam karena jaringan tubuh yang lebih banyak mengikat nitrogen. 

Oleh karena itulah, kegiatan menyelam juga memerlukan adaptasi agar tidak membawa dampak 

yang buruk pada telinga. 

3. Cedera

Perforasi membran timpani juga dapat terjadi karena cedera. Ketika seseorang mengalami kecelakaan, cedera, atau benturan keras, hal tersebut juga dapat berdampak pada kondisi telinga Anda. Kecelakaan, cedera, atau benturan keras tersebut mungkin saja menyebabkan gendang telinga seseorang pecah. 

4. Paparan Suara Keras

Penyebab perforasi membran timpani yang keempat adalah paparan suara yang keras. Paparan suara yang terlalu keras dapat menyebabkan gangguan pada telinga, misalnya perforasi membran timpani. Kondisi tersebut juga dikenal dengan acoustic trauma

Cara Mengatasi Perforasi Membran Timpani

Pecahnya gendang telinga yang masih tergolong ringan dapat pulih dengan sendirinya tanpa pengobatan. Akan tetapi, apabila gejala yang Anda rasakan semakin memburuk, maka Anda perlu mendapatkan pengobatan medis. 

Dokter mungkin akan melakukan tindakan tertentu untuk mengobati gendang telinga yang robek. Misalnya tindakan bedah dan eardrum patch

Selain perawatan medis, ada juga perawatan di rumah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi perforasi membran timpani. Contohnya dengan menjaga kondisi gendang telinga agar tetap kering, menghindari membersihkan telinga sendiri, serta menghindari meniup hidung selama masa pemulihan. 

Penutup

Demikian penjelasan mengenai bahaya perforasi membran timpani. Sebagai salah satu bagian penting dalam organ manusia, sudah seharusnya Anda menjaga kondisi gendang telinga agar tetap dalam kondisi yang baik.

Bagi Anda yang sedang mencari alat bantu dengar, Anda bisa mengunjungi pusat jual alat bantu dengar. Ada banyak pilihan alat bantu dengar dengan harga terjangkau. Dengan mengedepankan kualitas, alat bantu dengar disini dirancang untuk memberikan kualitas suara yang luar biasa dan tentunya mudah dioperasikan oleh penggunanya. 

Produk Kami

Bagikan :

Artikel Lainnya

Brillianthearing.id
Share to Friend/Family:
©️ Brilliant Hearing 2024