Mekanisme Pendengaran: Bagaimana Telinga Menerima dan Memproses Suara

Mekanisme Pendengaran: Bagaimana Telinga Menerima dan Memproses Suara

Pendengaran adalah salah satu indra yang sangat penting bagi manusia. Telinga merupakan organ pendengaran yang kompleks dan sangat peka terhadap suara.

Namun, tahukah Anda bagaimana telinga menerima dan memproses suara? Bagaimana mekanisme pendengaran berfungsi?

Dalam artikel ini, Brilliant Hearing akan membahas secara detail bagaimana telinga manusia bekerja untuk menerima dan memproses suara.

Kita akan membahas tentang bagaimana suara masuk ke dalam telinga, mekanisme kerja di dalam telinga untuk mengubah suara menjadi sinyal saraf, dan bagaimana sinyal tersebut diinterpretasikan oleh otak.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme pendengaran, kita akan dapat menghargai betapa kompleksnya telinga manusia dan mengapa kita perlu merawat pendengaran kita dengan baik. Bagaimana telinga manusia berfungsi untuk menerima dan memproses suara? Mari kita simak bersama-sama!

Apa itu Proses Pendengaran? (Auditory Processing)

Pendengaran adalah kemampuan untuk mendengar dan memahami suara di sekitar kita, dan ini adalah hal yang penting dalam interaksi kita dengan lingkungan di sekitar.

Namun, bagaimana kita bisa mendengar suara dan memprosesnya menjadi informasi yang kita pahami? Ternyata, sistem pendengaran manusia terdiri dari banyak bagian yang bekerja bersama untuk melakukan tugas yang rumit ini.

Semua dimulai dengan telinga luar kita, yang bertugas mengarahkan gelombang suara ke dalam telinga. Telinga luar juga membantu mengumpulkan suara dan mendorongnya ke dalam telinga tengah.

Di sana, gendang telinga kita bergetar seiring dengan gelombang suara, dan getaran ini menggerakkan tulang-tulang kecil di telinga tengah. Tulang-tulang ini kemudian mengirimkan getaran suara ke dalam telinga bagian dalam.

Mendengarkan (hearing)

Bagian-bagian dalam sistem pendengaran manusia bekerja secara sinergis untuk menerima dan memproses suara dari lingkungan sekitar.

Dari telinga luar yang mengarahkan gelombang suara ke dalam gendang telinga hingga otak yang menerjemahkannya menjadi suara yang dapat dikenali dan dimaknai.

Telinga luar memainkan peran penting dalam mengumpulkan suara, sementara telinga tengah dan bagian dalam mentransformasikan dan mengirimkan sinyal ke otak.

Proses Manusia Mendengarkan

Langkah 1

Dalam proses pendengaran adalah ketika gelombang suara memasuki telinga melalui pinna atau daun telinga yang terlihat dari luar.

Pinna berfungsi untuk menyaring dan memperkuat gelombang suara sebelum mengalirkannya ke saluran telinga. Kemudian, gelombang suara mencapai gendang telinga, juga dikenal sebagai membran timpani, yang bergetar segera setelah gelombang suara menghantamnya.

Langkah 2

Terjadi di bagian telinga tengah yang berada di belakang gendang telinga. Di sini, gelombang suara diperkuat sebelum dikirim ke telinga bagian dalam.

Gendang telinga melekat pada tiga tulang pendengaran terkecil di tubuh manusia, yaitu malleus, incus, dan stapes, yang juga ikut bergerak saat gendang telinga bergetar.

Tulang sanggurdi, yang terhubung ke jendela oval, adalah tulang terakhir dan memungkinkan tulang pendengaran berfungsi sebagai pengungkit untuk memperkuat energi suara sebelum mencapai telinga bagian dalam.

Langkah 3

Langkah ketiga dalam proses pendengaran adalah ketika suara bergerak melalui telinga bagian dalam atau koklea. Vibrasi dari tulang pendengaran yang terakhir, yaitu stapes, mendorong jendela oval, menciptakan gelombang tekanan di dalam koklea yang berisi cairan. Telinga bagian dalam ini berbentuk seperti siput dan mengandung organ Corti.

Di dalam organ Corti, getaran akhirnya diterjemahkan menjadi impuls listrik oleh sel-sel rambut yang disebut stereocilia.

Setiap sel rambut kecil ini merespons pada frekuensi suara yang berbeda. Sebagai contoh, orang dengan gangguan pendengaran pada frekuensi tinggi akan kesulitan mendengar suara bernada tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa sel-sel rambut yang bertanggung jawab untuk mendeteksi frekuensi tinggi mengalami kerusakan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa setiap orang dilahirkan dengan sekitar 16.000 sel rambut ini, yang menerjemahkan getaran suara menjadi impuls listrik dan mengirimkannya melalui jalur serabut saraf yang kompleks ke otak.

Namun, sel rambut ini sangat rapuh dan mudah rusak, terutama oleh suara keras. Jika sel-sel rambut ini rusak, maka tidak akan dapat diperbaiki, dan akan menyebabkan gangguan pendengaran yang permanen. Oleh karena itu, kebisingan yang berlebihan dapat merusak sel-sel rambut ini seperti pohon-pohon dalam badai yang berjuang untuk bertahan.

Langkah 4

Setelah gelombang suara diubah menjadi sinyal listrik di koklea, sinyal tersebut melalui jalur saraf pendengaran yang kompleks ke korteks pendengaran dan bagian otak lainnya yang mengatur kesadaran dan persepsi sensorik. Beberapa jalur ini ditutup saat Anda tidur pada malam hari, meskipun ada kebisingan.

Dr. Mehdizadeh mengatakan bahwa pemrosesan suara kemungkinan terjadi di koklea dan otak. Namun, sebagian besar pemrosesan neurologis suara terjadi di otak.

Neuron sensorik atau sel-sel otak mengirimkan informasi suara ke berbagai area otak, termasuk talamus, lobus temporal, dan korteks pendengaran, menurut Institut Kesehatan Nasional. Ini disebut sebagai jalur pendengaran.

Jalur pendengaran berfungsi untuk memproses dan mendekode suara, mengubahnya menjadi informasi yang bermakna seperti pertanyaan, klakson, atau musik.

Selain itu, jalur pendengaran juga membantu membedakan antara suara penting di sekitar dan suara latar yang kurang penting, serta memproses arah dan lokasi suara. Banyak bagian pendengaran bekerja secara langsung dengan sistem vestibular atau keseimbangan, yang terletak di dekatnya, di dalam saluran setengah lingkaran telinga bagian dalam.

Bagian-bagian Sistem Pendengaran

Sistem pendengaran Anda (sistem pendengaran) terdiri dari banyak bagian yang berbeda, termasuk:

  • Bagian luar telinga.
  • Telinga tengah.
  • Bagian dalam telinga.
  • Sistem saraf pendengaran.

Pendengaran yang sukses membutuhkan semua bagian ini untuk berfungsi dengan baik.1

1. Bagian luar telinga

Bagian luar telinga terdiri dari pinna dan saluran telinga yang berfungsi menyalurkan suara ke saluran telinga Anda seperti megafon terbalik.

 

2. Telinga tengah

Telinga tengah terdiri dari gendang telinga atau membran timpani, serta tulang-tulang kecil penghasil suara yang disebut maleus, inkus, dan stapes. Gendang telinga berada di ujung saluran telinga dan ossicles Anda membawa getaran suara ke telinga bagian dalam.

3. Bagian dalam telinga

Telinga bagian dalam berisi koklea, struktur berbentuk spiral yang disebut juga cangkang siput. Koklea mengandung sel-sel rambut kecil yang ketika terkena getaran suara, mengirimkan sinyal ke saraf pendengaran.

4. Sistem saraf pendengaran

Saraf pendengaran menghubungkan koklea ke stasiun di batang otak yang disebut nukleus, dan impuls saraf kemudian berjalan ke lobus temporal di otak untuk menghubungkan suara dengan makna.

Faktor yang Mempengaruhi Pendengaran

Berbagai faktor dapat memengaruhi kondisi pendengaran Anda, termasuk usia, kondisi medis, dan obat-obatan tertentu. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Penuaan: Secara alami, kemampuan pendengaran dapat melemah seiring bertambahnya usia. Selain itu, paparan kebisingan yang berlebihan, penyakit, dan penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan masalah pendengaran yang terkait dengan usia.
  2. Trauma Telinga: Pecahnya gendang telinga dapat disebabkan oleh benda asing seperti kapas atau trauma pada kepala. Tamparan keras pada telinga juga dapat menyebabkan trauma, dan cedera kepala dapat menyebabkan kerusakan pada tulang di dalam telinga.
  3. Penyakit: Beberapa kondisi medis seperti penyakit jantung dan diabetes dapat meningkatkan risiko masalah pendengaran dengan mengurangi pasokan darah ke telinga dan sistem pendengaran.
  4. Obat-obatan: Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi untuk kanker, dapat memengaruhi pendengaran Anda dan menyebabkan gangguan pendengaran.
  5. Paparan suara: Paparan suara yang terlalu keras dalam jangka panjang dapat merusak struktur di telinga bagian dalam dan menyebabkan gangguan pendengaran. Penggunaan alat pelindung pendengaran dapat mencegah gangguan pendengaran.
  6. Kotoran telinga: Kotoran telinga yang berlebihan dapat menghalangi suara masuk ke gendang telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran. Penghapusan kotoran telinga profesional dapat membantu memulihkan pendengaran.
Bagikan :

Produk Kami

Artikel Lainnya