Apakah headset Bluetooth Berbahaya?

bahaya headset bluetooth

Apakah Anda tahu bahwa penggunaan headset dapat membahayakan pendengaran? Simak informasinya dari brilliant hearing tentang bahaya headset bluetooth.

Mengenal Indera Pendengaran

Telinga merupakan indera pendengaran yang sangat membantu dalam beraktivitas sehari-hari. Indera pendengaran ini membantu dalam menerima dan memproses gelombang suara yang dihasilkan oleh berbagai sumber suara seperti suara saat bicara, musik, dan suara-suara lain.

Telinga mampu menerima gelombang suara kemudian suara tersebut disampaikan menuju otak agar dapat dikenali. Indera pendengaran atau telinga memungkinkan untuk mendengar berbagai jenis suara dan mempermudah dalam komunikasi.

Perlu diketahui indera pendengaran merupakan indera manusia yang sangat sensitif. Menjaga indera pendengaran wajib dilakukan agar tidak mengalami gangguan pendengaran seperti tuli, dan gangguan pendengaran lainnya.

Mengalami gangguan pendengaran dapat terjadi akibat paparan suara keras, penggunaan headset, dan lain-lain. Menggunakan headset secara berlebihan dapat berbahaya bagi indera pendengaran misalnya menggunakan headset bluetooth yang dapat dikatakan cukup bahaya bagi pendengaran.

bahaya headset bluetooth

Penggunaan Headset

Headset merupakan sebuah alat atau perangkat yang dapat mendengarkan suara langsung ke telinga. Perangkat headset adalah gabungan dari headphone dan mirkrofon yang memiliki 2 device yaitu input sebagai alat komunikasi dan output untuk mendengarkan.

Headset dengan perangkat input adalah mikrofon dan perangkat output merupakan speaker. Alat ini digunakan untuk mendengarkan suara dengan lebih maksimal. Penggunaan headset biasanya digunakan pada perangkat komputer dan laptop. Biasanya, headset dipasang pada PC dan digunakan untuk video chat, video call, Skype, bermain game, dan sebagainya.

Headset juga umumnya dilengkapi dengan dua konektor jack, satu untuk input mikrofon dan satu lagi untuk output speaker. Dengan perkembangan teknologi, fitur-fitur pada headset juga telah mengalami kemajuan pesat. Saat ini, terdapat headset yang dilengkapi dengan fitur bluetooth dan USB yang terintegrasi di dalamnya.

Apakah Headset Bluetooth Berbahaya

Beberapa ahli melakukan penelitian tentang penggunaan headset bluetooth. Diketahui bahwa headset bluetooth cukup bahaya dapat meningkatkan resiko mengalami kanker. Sebanyak 247 ilmuwan dari 42 negara menyatakan prihatin tentang efek kesehatan penggunaan paparan elektromagnetik (EMF).

Paparan elektromagnetik dapat terjadi apabila menggunakan perangkat nirkabel seperti penggunaan headset bluetooth. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa terdapat potensi risiko kesehatan dari paparan EMF kronis antara lain kanker, kerusakan genetik, gangguan neurologis, gangguan pada memori otak, bahkan masalah pada reproduksi.

WHO Menanggapi Bahaya Penggunaan Headset Bluetooth

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi pedoman yang lebih ketat terkait paparan EMF (elektromagnetik) dari perangkat nirkabel guna memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kemungkinan efek kesehatan yang berbahaya bagi manusia.

Meskipun telah dilakukan penelitian yang substansial terkait risiko kesehatan yang terkait dengan EMF, menurut Joel M. Moskowitz, PhD, yang merupakan Direktur Pusat Kesehatan Keluarga dan Masyarakat di University of California, Berkeley, mengenai keamanan paparan radiasi jangka panjang dari perangkat Bluetooth atau headset nirkabel masih sangat terbatas.

Walaupun kita belum sepenuhnya mengetahui risiko kesehatan yang sebenarnya yang terkait dengan penggunaan headset bluetooth secara kronis, para ilmuwan mulai memahami adanya potensi bahaya yang mungkin diakibatkannya.

Baca Juga: Cara Menjaga Kualitas Pendengaran saat Menggunakan Headset

Bahaya Radiasi Elektromagnetik (EMF)

Radiasi elektromagnetik atau disebut sebagai EMF merupakan area energi yang tidak terlihat atau radiasi yang dihasilkan oleh listrik. Ketika menggunakan Bluetooth dan headset nirkabel – serta perangkat komputer, ponsel, dan bahkan microwave – mereka menghasilkan jenis radiasi non-ionisasi (atau tingkat rendah) yang disebut radiasi frekuensi radio (RFR).

Pada tahun 2011, International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan jenis radiasi ini sebagai kemungkinan karsinogenik bagi manusia. Klasifikasi tersebut didasarkan pada peningkatan risiko glioma, yaitu kanker otak, yang terkait dengan penggunaan ponsel.

Selanjutnya, pada tahun 2018, penelitian dari National Toxicology Program (NTP) menemukan bahwa paparan RFR pada tingkat tinggi – seperti yang digunakan pada ponsel 2G dan 3G – dapat menyebabkan kanker pada tikus. Pertanyaan terbesar yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana temuan ini berhubungan dengan manusia dan tingkat RFR spesifik apa yang dapat mengancam kesehatan.

Pedoman Elektromagnetik tidak Memadai

Menurut para ilmuwan bahwa pedoman tentang radiasi elektromagnetik hingga saat ini masih belum memadai. Secara umum, jumlah radiasi yang dipancarkan oleh headset bluetooth jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh ponsel biasa. Frekuensi radio yang terdapat pada headset bluetooth akan diserah oleh tubuh manusia.

Meskipun Bluetooth dan headset nirkabel memancarkan tingkat radiasi yang lebih rendah dibandingkan dengan ponsel, penempatan perangkat tersebut menjadi perhatian besar bagi beberapa ahli kesehatan.

Perangkat Bluetooth, terutama headset nirkabel atau earphone, ditempatkan di dekat tubuh atau kepala, akan mengalami setengah atau sepertiga dari paparan yang diterima dari ponsel.

Menurut Moskowitz, Federal Communications Commission (FCC) saat ini mensyaratkan SAR untuk perangkat nirkabel sebesar 1,6 watt per kilogram atau kurang. Angka ini dikembangkan untuk melindungi konsumen dari risiko pemanasan jangka pendek.

Para ilmuwan khawatir bahwa peraturan SAR saat ini tidak secara efektif mempertimbangkan risiko yang mungkin terkait dengan paparan jangka panjang dari radiasi tingkat rendah pada headset bluetooth yang dipasarkan saat ini.

Beberapa ahli memperkirakan bahwa bahkan pada tingkat SAR yang lebih rendah, penggunaan perangkat nirkabel kita secara terus-menerus dan dalam jangka waktu lama dapat secara signifikan meningkat dan berdampak buruk pada kesehatan kita.

Baca Juga: Peran Teknologi Bluetooth dalam Alat Bantu Dengar Modern

Pencegahan Bahaya Headset Bluetooth

Bahaya headset bluetooth dapat dilakukan tindakan pencegahan untuk menghindari potensi kesehatan dengan menggunakan fitur speakerphone dan headphone kabel sebagai alternatif yang lebih aman saat merencanakan panggilan telepon yang lama. Hal yang sama berlaku bagi mereka yang sering mendengarkan musik atau podcast selama berjam-jam setiap hari. Perhatian khusus perlu diberikan terutama pada anak-anak, yang masih dalam masa pertumbuhan dan lebih rentan terhadap radiasi.

Tindakan pencegahan umum lainnya termasuk menjaga jarak sekitar 10 inci antara ponsel dan wajah Anda jika memungkinkan, serta hanya menggunakan ponsel saat sinyalnya kuat, karena penerimaan yang buruk akan menghasilkan radiasi yang lebih tinggi.

Meskipun mungkin sulit untuk sepenuhnya menghindari paparan radiasi ini, kita semua dapat mengambil langkah-langkah untuk secara teratur mengurangi jumlah paparan. Pada akhirnya, berita tentang permohonan yang diajukan kepada WHO pada tahun 2015 menggarisbawahi potensi risiko kesehatan yang terkait dengan paparan radiasi yang dipancarkan oleh Bluetooth dan perangkat nirkabel. Meskipun beberapa orang mencurigai bahwa penggunaan Bluetooth dan headset nirkabel secara kronis dapat menyebabkan kanker, masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan tersebut, dan penelitian lebih lanjut diperlukan.

Sekian informasi tentang bahaya headset bluetooth dari Brilliant Hearing. Semoga informasi yang diberikan oleh penulis dapat bermanfaat. Mengenal brilliant Hearing merupakan penyedia pusat alat bantu dengar bagi individu dari segala usia. Membutuhkan alat bantu dengar? Hubungi Brilliant Hearing.

Simak salah satu produk dari brilliant hearing:

Audio Service Mood 6 G4

https://brillianthearing.id/produk/audio-service-mood-6-g4/od 6 G4

Bagikan :

Produk Kami

Artikel Lainnya