Kegiatan olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, namun seringkali kita lupa untuk menjaga kesehatan pendengaran saat melakukan aktivitas tersebut.
Paparan suara keras dan cedera pada kepala dan telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang berdampak pada kualitas hidup dan performa olahraga kita.
Oleh karena itu, dalam artikel ini Brilliant Hearing akan membahas tentang gangguan pendengaran pada kegiatan olahraga dan cara mengatasinya agar tetap dapat menjalankan aktivitas olahraga dengan aman dan nyaman.
Dampak Gangguan Pendengaran pada Olahraga
Gangguan pendengaran pada kegiatan olahraga dapat berdampak pada performa atlet atau peserta olahraga. Beberapa dampak yang bisa terjadi antara lain:
1. Kesulitan berkomunikasi
Pada beberapa olahraga seperti sepak bola, basket, dan voli, komunikasi yang baik antara sesama atlet atau antara atlet dan pelatih sangat penting untuk memastikan strategi dan taktik tim berjalan dengan baik.
Gangguan pendengaran dapat membuat atlet kesulitan untuk berkomunikasi dan memahami instruksi yang diberikan.
2. Kesulitan mendengar pertanda atau instruksi wasit
Dalam beberapa olahraga, seperti tinju dan tinju ringan, atlet perlu mengandalkan instruksi wasit untuk menentukan saat-saat penting dalam pertandingan. Gangguan pendengaran dapat membuat atlet kesulitan untuk mendengar instruksi tersebut.
3. Kesulitan mempertahankan keseimbangan
Gangguan pendengaran dapat mempengaruhi kemampuan atlet untuk mempertahankan keseimbangan saat berlari, melompat, atau melakukan gerakan cepat lainnya. Ini dapat menyebabkan cedera atau kehilangan keseimbangan saat melakukan aktivitas olahraga.
Manfaatkan Fasilitas Coba alat bantu dengar dari Brilliant Hearing ini Yuk !!!
4. Kesulitan memperkirakan jarak
Dalam beberapa olahraga seperti bola basket dan sepak bola, atlet perlu memperkirakan jarak dan posisi lawan. Gangguan pendengaran dapat mempengaruhi kemampuan atlet untuk memperkirakan jarak dengan akurat, yang dapat mempengaruhi performa mereka dalam pertandingan.
5. Risiko cedera
Gangguan pendengaran dapat meningkatkan risiko cedera pada atlet, terutama jika mereka tidak dapat mendengar instruksi atau memperkirakan jarak dengan akurat.
Penyebab Gangguan Pendengaran pada Kegiatan Olahraga
Gangguan pendengaran pada kegiatan olahraga bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti paparan suara keras dan cedera pada kepala atau telinga.
Olahraga yang dilakukan dalam lingkungan yang bising, seperti pertandingan sepak bola atau balap motor, dapat menyebabkan kerusakan pada telinga karena paparan suara keras yang berulang-ulang.
Paparan suara keras yang terlalu sering dan terlalu lama dapat merusak sel-sel rambut di telinga, yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal suara ke otak.
Selain itu, cedera pada kepala atau telinga juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada kegiatan olahraga. Olahraga seperti sepak bola, basket, dan tinju dapat meningkatkan risiko cedera pada kepala dan telinga.
Cedera pada kepala dapat menyebabkan kerusakan pada telinga dan mengganggu kemampuan pendengaran.
Jenis-jenis Gangguan Pendengaran pada Kegiatan Olahraga
Ada beberapa jenis gangguan pendengaran yang bisa terjadi pada kegiatan olahraga, di antaranya:
1. Tuli sementara
Tuli sementara adalah jenis gangguan pendengaran yang umum terjadi pada kegiatan olahraga. Hal ini bisa terjadi karena paparan suara keras yang berulang-ulang selama waktu yang lama. Kondisi ini sering terjadi pada atlet yang berpartisipasi dalam olahraga yang menghasilkan suara keras, seperti balap motor, pertandingan sepak bola, atau pertunjukan musik.
2. Tuli permanen
Tuli permanen terjadi ketika sel-sel rambut di dalam telinga rusak secara permanen. Hal ini bisa terjadi jika seseorang terus-menerus terpapar suara keras atau mengalami cedera pada kepala atau telinga.
3. Tinnitus
Tinnitus adalah kondisi di mana seseorang mengalami dengungan, desis, atau suara berderak di telinga. Kondisi ini sering terjadi pada atlet yang terpapar suara keras secara berulang-ulang.
4. Vertigo
Vertigo adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing atau merasa seolah-olah segalanya berputar-putar. Kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera kepala atau telinga yang parah.
5. Otosklerosis
Otosklerosis adalah kondisi di mana tulang di dalam telinga menjadi kaku dan menghambat kemampuan pendengaran. Kondisi ini biasanya terjadi pada atlet yang sering mengalami cedera pada kepala atau telinga.
Penyebab Gangguan Pendengaran
Beberapa faktor dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada kegiatan olahraga, di antaranya adalah:
1. Paparan suara keras
Beberapa olahraga, seperti balap motor atau seni bela diri, dapat menyebabkan paparan suara yang sangat keras. Paparan suara keras secara berulang-ulang dapat merusak sel-sel rambut di telinga bagian dalam yang bertanggung jawab atas pendengaran. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara atau bahkan permanen.
2. Cedera kepala atau telinga
Kegiatan olahraga yang membutuhkan gerakan cepat, seperti sepak bola atau bola basket, dapat meningkatkan risiko cedera kepala atau telinga. Cedera ini dapat merusak saraf atau tulang telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.
3. Tekanan udara yang berubah secara drastis
Beberapa olahraga seperti scuba diving atau penerbangan dapat menyebabkan perubahan tekanan udara yang drastis dan tiba-tiba. Hal ini dapat mempengaruhi telinga bagian dalam dan menyebabkan gangguan pendengaran.
4. Penggunaan obat-obatan tertentu
Beberapa obat-obatan, seperti antibiotik atau obat pereda nyeri, dapat mempengaruhi pendengaran jika digunakan secara berlebihan atau terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.
Cara Mengatasi Gangguan Pendengaran pada Kegiatan Olahraga
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan pendengaran pada kegiatan olahraga:
1. Hindari paparan suara keras
Hindari atau batasi paparan suara keras saat berolahraga, seperti saat berada di pusat kebugaran atau saat berlari di jalanan yang ramai. Gunakan alat pelindung telinga seperti penutup telinga atau alat bantu dengar untuk melindungi telinga dari paparan suara berlebih.
2. Gunakan alat pelindung kepala
Jika olahraga yang dilakukan membutuhkan penggunaan alat pelindung kepala, pastikan alat tersebut cocok dan nyaman untuk dipakai agar tidak menyebabkan tekanan pada telinga dan dapat melindungi telinga dari cedera.
3. Istirahatkan telinga
Setelah berolahraga atau setiap beberapa jam, istirahatkan telinga sejenak. Hindari menggunakan headphone atau earphone terlalu lama, terutama pada volume yang tinggi.
4. Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin
Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memeriksa kesehatan telinga dan mendeteksi gangguan pendengaran secara dini. Konsultasikan dengan dokter jika ada gejala gangguan pendengaran seperti tinnitus atau penurunan pendengaran yang terus-menerus.
5. Lakukan olahraga dengan benar
Lakukan olahraga dengan benar dan sesuai dengan kemampuan tubuh. Hindari olahraga yang terlalu keras atau berlebihan yang dapat menyebabkan cedera pada kepala dan telinga.
Kapan Harus Mengunjungi Dokter?
Seseorang yang mengalami gangguan pendengaran saat berolahraga harus memperhatikan gejala yang muncul. Jika gejala tidak kunjung membaik atau bahkan semakin parah setelah beberapa waktu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan).
Beberapa gejala yang harus diwaspadai dan segera dihubungi dokter antara lain:
- Kesulitan mendengar bahkan dalam ruangan yang tenang
- Telinga terasa penuh atau berdengung
- Nyeri pada telinga atau kepala
- Keluar cairan atau darah dari telinga
- Kehilangan keseimbangan atau pusing
- Tinnitus atau suara berdengung, berdesing atau mendengung di telinga
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.