Search
Close this search box.

Dampak Buruk Gangguan Pendengaran pada Anak terhadap Kinerja Akademis

Gangguan pendengaran seringkali diidentifikasi pada kelompok lansia, namun ternyata, masalah pendengaran juga dapat muncul pada anak-anak, bahkan sebelum mencapai usia remaja. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda gangguan pendengaran pada anak.

Anak umumnya sulit atau tidak dapat mengungkapkan ketidaknyamanan atau gangguan pada pendengarannya. Oleh karena itu, orang tua sering menghadapi kesulitan dalam mendeteksi adanya gangguan pendengaran pada anak mereka.

Menurut Centers for Disease and Control (CDC), gangguan pendengaran pada anak dialami oleh 1,3% dari 1000 anak berusia 8 tahun.

Gangguan pendengaran pada anak meskipun hanya terjadi satu telinga memiliki dampak yang luar biasa pada kinerjanya di sekolah. Penelitian menunjukkan 25 – 35% anak-anak dengan gangguan pendengaran di satu telinga berisiko gagal setidaknya satu tingkat kelas.

Berikut penjelasan lebih jauh mengenai dampak buruk gangguan pendengaran pada anak dalam proses belajar dari Brilliant Hearing

Gangguan Pendengaran yang Berdampak Pada Proses Belajar

Kemampuan mendengar memiliki peran krusial dalam perkembangan bicara, bahasa, komunikasi, dan pembelajaran. Kehilangan pendengaran dapat mengakibatkan keterlambatan dalam perkembangan bicara dan bahasa, yang pada gilirannya dapat menyebabkan tantangan belajar dan berdampak negatif pada kinerja sekolah.

Kinerja akademis yang rendah juga seringkali terkait dengan kurangnya perhatian dan dalam beberapa kasus, perilaku yang tidak sesuai.

Anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran kadang-kadang dapat disalahidentifikasi sebagai anak dengan gangguan ADD dan ADHD.

Pengaruhnya Terhadap Prestasi Akademis

Menurut American Speech-Language Hearing Association (ASHA), anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang namun tidak segera ditangani memiliki kemungkinan besar mengalami keterlambatan dalam prestasi akademis dibandingkan dengan rekan sekelas yang memiliki pendengaran normal.

Bagi mereka yang menghadapi gangguan pendengaran lebih parah dan tidak ditangani, biasanya sulit untuk mencapai kemajuan dalam kemampuan akademis.

Kesenjangan pendidikan ini tidak terkait dengan tingkat kecerdasan anak.

Meskipun anak dengan gangguan pendengaran mungkin memiliki kemampuan akademis yang sama dengan teman sebayanya, lingkungan kelas seringkali tidak mendukung mereka dengan gangguan pendengaran untuk dapat mengakses pembelajaran dengan efektif.

Contohnya, posisi guru yang membelakangi siswa saat mengajar dan suara yang diarahkan ke papan tulis dapat membuat siswa dengan gangguan pendengaran kehilangan sebagian materi pelajaran.

Perubahan verbal dalam tugas rumah, adanya aksen asing, atau kecepatan berbicara guru dapat menjadi hambatan bagi kemajuan belajar siswa dengan gangguan pendengaran.

  • Tidak perhatian
  • Respons yang tidak sesuai dengan pertanyaan
  • Melamun
  • Kesulitan mengikuti petunjuk
  • Masalah bicara

Seorang anak yang menghadapi kesulitan di sekolah, khususnya jika memiliki riwayat gangguan pendengaran dalam keluarga atau pernah mengalami infeksi telinga, sebaiknya mendapatkan evaluasi dari tenaga profesional di bidang perawatan pendengaran.

Setelah hasil evaluasi diperoleh, langkah-langkah intervensi yang sesuai dapat direkomendasikan.

Pentingnya intervensi ini terletak pada memberikan dukungan maksimal bagi perkembangan akademik anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Sebaliknya, kurangnya intervensi dapat berpotensi menghambat kemungkinan sukses akademik anak tersebut.

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika gangguan pendengaran memengaruhi kemampuan belajar anak, seperti keterampilan membaca dan menulis, sangat penting untuk menangani masalah ini secepat mungkin.

Langkah pertama yang dapat diambil adalah menjadwalkan serangkaian uji pendengaran yang dilakukan oleh seorang Audiologis untuk menilai kondisi anak Anda.

Dengan informasi tersebut, Anda dapat memulai perencanaan pengobatan yang sesuai untuk mengatasi Auditory Processing Disorder yang mungkin dialami oleh anak Anda.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Gangguan Pendengaran pada Anak?

Sebagai orang tua, terdapat beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi gangguan pendengaran demi meningkatkan prestasi belajar anak di sekolah. Mari kita lihat beberapa tips yang dapat diterapkan!

1. Pelatihan Pendengaran

Pelatihan pendengaran memegang peran krusial dalam perawatan Auditory Processing Disorder (APD).

Tujuan dari pelatihan ini adalah membantu anak untuk meningkatkan kemampuannya dalam menganalisis suara. Pelatihan ini dapat dilakukan melalui sesi tatap muka dengan seorang terapis pendengaran.

Beberapa contoh latihan yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Mengidentifikasi perbedaan suara atau pola suara.
  2. Mencari asal suara.
  3. Fokus pada suara tertentu dalam kebisingan latar belakang.

2. Mengubah Lingkungan Bermain Anak

Anda juga dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi Auditory Processing Disorder anak dengan melakukan penyesuaian pada lingkungan di sekitar anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan mencakup:

  1. Menempatkan anak di kursi paling depan, sehingga dapat mendengar penjelasan guru dengan lebih jelas.
  2. Menggunakan alat bantu mikrofon dan headset dalam kelas.
  3. Menghindari keberadaan barang yang dapat menyebabkan kebisingan latar belakang, seperti TV dan radio.
  4. Berkomunikasi dengan anak secara langsung melalui tatap muka.

Tanda Anak Mengalami Gangguan Pendengaran

Agar hal tersebut bisa dideteksi dan diatasi dengan dini, orang tua perlu mengetahui beberapa tanda gangguan pendengaran pada anak, yaitu:

1. Keterlambatan Bicara

Anak yang berusia di bawah 2 tahun umumnya akan meniru dan mengulang kata-kata yang diucapkan oleh orang tua atau orang dewasa di sekitarnya, seperti ‘ma-ma pa-pa’, ‘bye-bye da-dah’, dan sebagainya.

Namun, jika anak terlihat bingung dan tidak mengulang kata-kata yang diajarkan, ini mungkin merupakan indikasi bahwa anak mengalami gangguan pendengaran.

2. Tidak Menoleh Saat Dipanggil

Anak yang tidak menyahut dan menoleh saat dipanggil merupakan tanda paling umum adanya gangguan pendengaran.

3. Nonton TV dengan Suara Keras

Anak yang sering terpapar suara TV pada volume tinggi mungkin berisiko mengalami gangguan pendengaran.

Hal ini dikarenakan sistem pendengaran anak belum sepenuhnya terbentuk secara sempurna. Oleh karena itu, pemicu kecil seperti menonton dengan volume keras dapat berpotensi merusak jaringan di dalam telinga anak.

Jika Anda sedang mencari alat bantu dengar berkualitas, maka Anda bisa percayakan kepada Brilliant Hearing!

Brilliant Hearing adalah Pusat Alat Bantu Dengar Berkualitas dengan produk bergaransi dan harga terjangkau. Kami menyediakan berbagai opsi alat bantu dengar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Produk Kami

Bagikan :

Artikel Lainnya

Brillianthearing.id
Share to Friend/Family:
©️ Brilliant Hearing 2024