Tahukah Anda bahwa sakit telinga tidak hanya dialami oleh orang dewasa? Berikut ini 5 jenis sakit telinga pada anak yang seringkali membuat si anak rewel. Simak informasinya dibawah ini.
Sakit telinga akan membuat penderitanya tidak nyaman. Sakit telinga tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Anak – anak pun juga seringkali mengalami sakit telinga yang membuat si anak ini akan rewel karena merasakan ketidaknyamanan.
Kondisi sakit telinga pada anak akan membuat orang tua cemas dan khawatir. Sebab ketika si anak mengalami sakit telinga ia akan merasakan tidak nyaman dan sulit tidur. Bahkan tidak sedikit orang tua yang merasa kebingungan saat anak tiba – tiba menangis sambil memegang telinga atau mengeluh nyeri pada bagian dalam telinga.
Ketika si anak mengalami sakit telinga, kondisi ini menyebabkan anak akan merasa terganggu dalam beraktivitas. Selain membuat si anak rewel, jenis sakit telinga pada anak juga menyebabkan anak kehilangan nafsu makan, sulit konsentrasi, dan mengalami gangguan pendengaran sementara. Oleh sebab itu, sebagai orang tua perlu memahami penyebab dan tanda – tanda gangguan telinga supaya dapat memberikan penanganan yang tepat sejak dini.
Tulisan ini akan membahas tentang jenis sakit telinga pada anak agar orang tua mengetahui penyebab dan cara menangani ketika anak mengalami sakit telinga. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Saja Jenis Sakit Telinga Pada Anak?

Anak seringkali mengalami gangguan telinga. Jenis gangguan atau sakit telinga pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi bakteri, virus, hingga kebiasaan membersihkan telinga yang kurang tepat.
Anak memiliki struktur telinga yang masih berkembang sehingga mereka lebih rentan mengalami infeksi dibandingkan orang dewasa. Apalagi ketika anak sering pilek atau mengalami alergi. Tidak hanya itu, biasanya jenis sakit telinga pada anak juga dapat terjadi akibat kebiasaan berenang, paparan asap rokok, hingga penumpukan cairan pada telinga.
Kondisi tersebut jika tidak segera ditangani akan menyebabkan gangguan telinga serius. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mengenali berbagai jenis penyakit telinga yang dapat terjadi pada anak. Berikut ini beberapa jenis sakit telinga pada anak diantaranya.
1. Infeksi Telinga Luar (Otitis Eksterna)
Jenis sakit telinga pada anak yang pertama adalah infeksi telinga luar atau otitis eksterna. Kondisi ini juga seringkali dikenal dengan sebutan swimmer’s ear.
Gangguan telinga bagian luar dapat terjadi pada saluran telinga bagian luar akibat kelembapan berlebih yang memicu pertumbuhan bakteri atau jamur. Biasanya otitis eksterna terjadi akibat anak yang sering berenang sehingga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
Kondisi otitis eksterna biasanya dapat dikenali tanda – tandanya seperti mengalami gatal para telinga, nyeri telinga saat disentuh, telinga kemerahan, hingga mengalami pembengkakan pada saluran telinga. Terkadang kondisi ini dapat menyebabkan anak mengalami pendengaran yang sedikit berkurang akibat telinga terasa penuh.
Jika mengalami otitis eksterna, maka orang tua dapat memberikan penanganan dengan menjaga telinga anak tetap kering setelah mandi atau berenang. Hindari untuk membersihkan telinga menggunakan cotton bud terlalu dalam sebab dapat melukai saluran telinga serta memperparah infeksi. Jika dalam tiga hari tidak ada perubahan maka segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lanjut dan mendapatkan obat tetes telinga khusus.
2. Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)
Jenis sakit telinga pada anak selanjutnya adalah infeksi telinga tengah atau otitis media. Kondisi ini terjadi pada telinga bagian tengah akibat infeksi virus atau bakteri. Biasanya pemicu otitis media ini muncul setelah anak mengalami flu, batuk, atau pilek.
Ketika anak mengalami otitis media, gejalanya dapat dikenali seperti anak mengalami nyeri telinga, demam, sulit tidur, dan anak sering menarik atau menggaruk telinga. Pada beberapa kasus, cairan juga dapat keluar dari telinga.
Infeksi telinga tengah memiliki rasa sakit yang cukup mengganggu sehingga jangan heran jika anak rewel dan mudah marah akibat rasa sakit.
Mengalami infeksi telinga tengah, penanganan yang dilakukan sangat tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Dokter biasanya akan memberikan obat pereda nyeri atau antibiotik bila infeksi disebabkan oleh bakteri. Orang tua juga dianjurkan menjaga anak tetap terhidrasi dan cukup istirahat agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.
3. Infeksi Telinga Dalam (Otitis Interna)
Jenis sakit telinga pada anak selanjutnya ialah otitis interna. Kondisi ini dapat terjadi akibat infeksi virus atau bakteri pada telinga yang tidak segera mendapatkan penanganan.
Jika mengalami otitis interna, anak akan mengalami vertigo, telinga berdenging (tinnitus), muntah – muntah, hingga mengalami gangguan pendengaran. Mengalami kondisi seperti ini maka orang tua harus segera untuk melakukan penanganan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
4. Penumpukan Kotoran Telinga
Jenis sakit telinga pada anak juga terjadi akibat penumpukan kotoran telinga. Kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi alami melindungi telinga dari debu dan kuman. Namun apabila kotoran telinga menumpuk terlalu banyak akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada telinga dan anak mengalami gangguan pendengaran ringan.
Anak yang mengalami penumpukan kotoran telinga biasanya sering mengeluh telinga terasa penuh, gatal, atau berdenging. Dalam beberapa kasus, anak juga tampak kurang responsif saat dipanggil karena pendengarannya terganggu.
Jika mengalami penumpukan kotoran pada telinga, hindari untuk menggunakan cotton bud sebab ini akan mendorong kotoran masuk lebih dalam. Sebaiknya untuk membersihkan telinga dengan hati – hati menggunakan cairan pembersih kotoran atau mengunjungi dokter jika mengalami penumpukan kotoran cukup parah.
Baca Juga: Pilihan Alat Bantu Dengar Terkecil / Transparan Paling Banyak Dicari
5. Cedera Telinga (Trauma)
Jenis sakit telinga pada anak yang sering dialami ialah cedera telinga atau trauma telinga. Kondisi ini terjadi akibat benturan keras, kebiasaan memasukkan benda asing ke telinga, atau membersihkan telinga terlalu keras. Trauma pada telinga dapat menyebabkan rasa nyeri, pendarahan, bahkan gangguan pendengaran sementara.
Mengapa anak sering mengalami cedera telinga? Ini akibat anak yang suka memasukkan benda kecil ke dalam telinga tanpa tersadar. Biasanya anak akan memasukkan manik – manik atau potongan mainan.
Bila hal ini terjadi, orang tua sebaiknya tidak mencoba mengeluarkan benda tersebut dengan alat tajam karena berisiko melukai telinga lebih dalam.
Segera bawa anak ke dokter bila terdapat tanda-tanda seperti keluar darah dari telinga, nyeri hebat, atau anak mengeluh sulit mendengar. Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Bagaimana Mencegah Telinga Sakit Pada Anak?
Pencegahan sangat penting untuk menghindari telinga sakit pada anak. Hal ini dapat dimulai dengan menjaga kebersihan telinga anak tanpa membersihkannya secara berlebihan.
Jika anak suka berenang, maka orang tua dapat memberikan pelindung telinga atau segera keringkan telinga agar telinga tidak lembab dan mengalami risiko infeksi telinga pada anak. Tidak kalah penting bagi orang tua untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang baik agar daya tahan tubuhnya tetap optimal.
Orang tua juga perlu mengajarkan anak agar tidak memasukkan benda asing ke dalam telinga demi menjaga kesehatan organ pendengaran tersebut. Meski beberapa gangguan telinga bisa membaik dengan sendirinya, ada kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan medis segera. Misalnya jika anak mengalami demam tinggi, keluar cairan dari telinga, nyeri yang tidak kunjung membaik, atau gangguan pendengaran.
Lakukan pemeriksaan sejak dini jika anak mulai rewel dan telinga tidak nyaman. Ini akan membantu dokter menentukan penyebab sakit telinga dan memberikan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan anak bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.
Baca Juga: Gejala Penting yang Menunjukkan Anda Butuh Alat Bantu Dengar
Demikian penjelasan tentang jenis sakit telinga pada anak dari pusat alat bantu dengar. Dengan memahami jenis, gejala, dan penyebabnya, orang tua dapat memberikan penanganan lebih cepat sekaligus melakukan pencegahan agar kesehatan telinga anak tetap terjaga. Jika keluhan tidak membaik atau semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar anak memperoleh perawatan yang sesuai.
Menjaga kesehatan telinga sangat penting sedini mungkin. Bagi Anda yang mengalami gangguan pendengaran sehingga membutuhkan alat bantu dengar beberapa rekomendasi dari Hearing aid Jakarta mengenai alat bantu dengar dari yang basic hingga signature. Untuk kategori basic ada alat bantu dengar tipe Otova SP dengan harga terjangkau sudah membuat pendengaran Anda jauh lebih baik. Sedangkan untuk signature terdapat tipe audio service mood 16 yang memiliki fitur unggul.
Jika mengalami gangguan pendengaran, segera konsultasikan pendengaran Anda!





