Gejala dan Penyebab Mastoiditis, Penyakit Pendengaran yang Jarang Orang Sadari

mastoiditis

Mastoiditis merupakan salah satu penyakit pada sistem pendengaran yang tergolong serius, namun masih jarang disadari oleh masyarakat umum. Banyak orang menganggap nyeri telinga atau infeksi telinga sebagai gangguan ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya, padahal dalam kondisi tertentu, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi mastoiditis yang berbahaya.

Sebelum mengulas secara lengkap mengenai mastoiditis kami sebagai pusat alat bantu dengar ingin menyampaikan tawaran spesial kepada Anda yang sedang menghadapi masalah pendengaran. Sebagai penyedia perangkat bantu pendengaran, kami menyajikan produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Untuk detail lebih lanjut, silakan kunjungi situs kami di brillianthearing.id.

Gejala dan penyebab mastoiditis sering kali tidak dikenali sejak awal karena kemunculannya berawal dari infeksi telinga tengah atau otitis media yang tampak biasa. Jika otitis media tidak ditangani dengan baik, kuman penyebab infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam hingga mencapai tulang mastoid. Akibatnya, pasien berisiko mengalami berbagai komplikasi serius, mulai dari gangguan pendengaran permanen hingga infeksi otak.

Oleh karena itu, memahami gejala dan penyebab mastoiditis menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dan penanganan dini. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal, risiko terjadinya komplikasi berat dapat ditekan. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian mastoiditis, penyebab, faktor risiko, gejala, diagnosis, pengobatan, komplikasi, hingga langkah pencegahannya.

Baca Juga: Ketahui Ciri Telinga yang Sehat, Banyak Orang Abai Akan Hal Ini!

Apa Itu Mastoiditis?

Mastoiditis adalah infeksi pada tulang mastoid, yaitu tulang yang terletak di belakang telinga dan terhubung langsung dengan telinga tengah. Tulang mastoid memiliki struktur berongga seperti sarang lebah yang berisi kantong-kantong udara. Rongga udara ini berfungsi untuk membantu mengatur tekanan udara di dalam telinga serta melindungi struktur pendengaran yang lebih dalam.

Pada kondisi normal, tulang mastoid tidak menimbulkan masalah. Namun, ketika terjadi infeksi telinga tengah yang tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas, bakteri atau kuman dapat menyebar ke rongga udara pada tulang mastoid. Penyebaran infeksi inilah yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan tulang mastoid, yang dikenal sebagai mastoiditis.

Mastoiditis termasuk dalam kategori infeksi serius karena letaknya yang dekat dengan otak, saraf wajah, dan struktur penting lainnya. Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, infeksi dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Penyebab Mastoiditis

Penyebab utama mastoiditis adalah infeksi telinga tengah atau otitis media yang tidak ditangani dengan baik. Ketika infeksi telinga tengah berlangsung lama atau sering kambuh, bakteri penyebabnya dapat menembus struktur telinga dan menyebar ke telinga bagian dalam hingga mencapai tulang mastoid. Proses ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan tulang mastoid.

Bakteri yang paling sering menyebabkan mastoiditis adalah Streptococcus pneumoniae. Namun, selain bakteri tersebut, terdapat beberapa jenis bakteri lain yang juga berperan sebagai penyebab mastoiditis, antara lain Group A beta-hemolytic streptococciStaphylococcus aureusStreptococcus pyogenesMoraxella catarrhalisHaemophilus influenzae, dan Pseudomonas aeruginosa. Masing-masing bakteri ini memiliki tingkat keganasan yang berbeda, tetapi semuanya berpotensi menimbulkan infeksi berat bila tidak segera diobati.

Selain infeksi bakteri, mastoiditis juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur pada telinga atau otomikosis. Infeksi jamur seperti Candida dan Aspergillus yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam dan memicu terjadinya mastoiditis. Kondisi ini lebih sering terjadi pada individu dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Faktor Risiko Mastoiditis

Tidak semua orang yang mengalami infeksi telinga akan mengalami mastoiditis. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini. Salah satu faktor risiko utama adalah usia, terutama anak-anak di bawah usia 2 tahun. Pada usia ini, sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang secara optimal, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

Faktor risiko lainnya adalah kondisi daya tahan tubuh yang lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS, pasien yang menjalani transplantasi organ, atau individu yang sedang menjalani terapi imunosupresan. Sistem imun yang lemah membuat tubuh sulit melawan infeksi, sehingga kuman lebih mudah menyebar ke tulang mastoid.

Selain itu, orang yang sering mengalami otitis media berulang juga memiliki risiko lebih tinggi terkena mastoiditis. Kelainan bentuk atau struktur tulang mastoid juga dapat menjadi faktor predisposisi, karena dapat memudahkan penyebaran infeksi ke dalam jaringan tulang.

Gejala Mastoiditis

Gejala mastoiditis dapat berbeda-beda tergantung pada usia penderita. Pada umumnya, mastoiditis ditandai dengan pembengkakan dan kemerahan di belakang telinga. Area yang membengkak biasanya terasa hangat dan nyeri saat disentuh, serta dapat menyebabkan telinga tampak terdorong ke depan.

Pada anak usia di bawah 2 tahun, gejala mastoiditis sering kali tidak spesifik dan sulit dikenali. Anak dapat menjadi lebih rewel, sering menangis tanpa sebab yang jelas, tampak lemas, dan sering menarik atau menggaruk telinganya. Selain itu, anak juga dapat mengalami demam, tidak mau menyusu, serta keluarnya cairan dari telinga.

Sementara itu, pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, gejala mastoiditis umumnya lebih jelas. Penderita dapat mengalami sakit telinga yang parah, demam tinggi, sakit kepala, vertigo atau rasa pusing berputar, serta keluarnya cairan berupa nanah dari telinga. Dalam beberapa kasus, nyeri dapat menyebar ke area sekitar kepala dan wajah.

Kapan Harus ke Dokter?

Mastoiditis merupakan kondisi yang tidak boleh diabaikan. Penanganan medis perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi serius. Seseorang dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala-gejala mastoiditis, terutama jika infeksi telinga tidak kunjung membaik.

Pemeriksaan medis harus segera dilakukan jika gejala terjadi pada bayi di bawah usia 6 bulan, keluar darah atau nanah dari telinga, nyeri telinga yang sangat hebat dan tidak tertahankan, atau infeksi telinga yang berlangsung lama meskipun telah diberikan pengobatan. Penanganan dini sangat menentukan keberhasilan terapi mastoiditis.

Diagnosis Mastoiditis

Diagnosis mastoiditis diawali dengan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui gejala yang dialami pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya pada telinga, menggunakan alat bernama otoskop. Alat ini membantu dokter melihat kondisi bagian dalam telinga dan mendeteksi adanya infeksi atau kerusakan.

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang. Tes darah dilakukan untuk mengetahui tanda-tanda infeksi dalam tubuh. Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI kepala juga dapat dilakukan untuk melihat kondisi tulang mastoid, telinga bagian dalam, serta kemungkinan penyebaran infeksi ke jaringan sekitarnya. Selain itu, kultur cairan telinga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi.

Pengobatan Mastoiditis

Pengobatan mastoiditis harus dilakukan secara serius karena penyakit ini termasuk infeksi berat. Terapi utama mastoiditis adalah pemberian antibiotik, yang disesuaikan dengan jenis bakteri penyebab infeksi. Pada banyak kasus, penderita mastoiditis perlu menjalani rawat inap agar antibiotik dapat diberikan melalui suntikan atau infus sehingga efeknya lebih optimal.

Setelah kondisi pasien membaik, dokter biasanya akan melanjutkan pengobatan dengan antibiotik oral yang diminum di rumah. Pemantauan rutin tetap diperlukan untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh dan tidak kambuh.

Apabila mastoiditis tidak membaik dengan pemberian antibiotik, tindakan operasi mungkin diperlukan. Prosedur miringotomi dilakukan dengan menyayat gendang telinga untuk mengeluarkan nanah dari telinga tengah. Dalam kasus yang lebih berat, dokter dapat melakukan mastoidektomi, yaitu operasi pengangkatan bagian tulang mastoid yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Komplikasi Mastoiditis

Mastoiditis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah vertigo akibat gangguan pada telinga bagian dalam. Selain itu, infeksi juga dapat menyebabkan kelumpuhan saraf wajah, yang ditandai dengan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah.

Komplikasi lain yang lebih berbahaya adalah hilangnya pendengaran secara permanen atau tuli. Infeksi juga dapat menyebar ke otak dan menyebabkan meningitis, abses otak, atau infeksi pada saraf tulang belakang. Dalam kondisi paling berat, mastoiditis dapat menyebabkan sepsis, yaitu penyebaran infeksi ke seluruh tubuh yang mengancam nyawa.

Pencegahan Mastoiditis

Pencegahan mastoiditis berfokus pada pencegahan infeksi telinga tengah. Pada anak-anak, orang tua dianjurkan untuk memastikan imunisasi dilakukan sesuai jadwal yang dianjurkan. Kebiasaan mencuci tangan juga perlu ditanamkan sejak dini untuk mencegah infeksi saluran pernapasan yang dapat memicu otitis media.

Posisi menyusui yang benar, menghindari paparan asap rokok, serta memberikan ASI eksklusif pada bayi juga berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak. Jika anak menunjukkan tanda-tanda infeksi telinga, segera periksakan ke dokter agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi mastoiditis.

Pada orang dewasa, pencegahan mastoiditis dapat dilakukan dengan berhenti merokok, mengontrol alergi, serta berkonsultasi ke dokter apabila sering mengalami infeksi telinga. Penanganan otitis media secara tepat dan tuntas merupakan kunci utama untuk mencegah terjadinya mastoiditis.

Penutup

Gejala dan penyebab mastoiditis perlu dipahami oleh masyarakat karena penyakit ini sering kali berawal dari infeksi telinga yang tampak ringan. Mastoiditis bukanlah kondisi sepele, melainkan infeksi serius yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya jika terlambat ditangani. Dengan mengenali faktor risiko, gejala awal, serta pentingnya pengobatan infeksi telinga secara tuntas, risiko terjadinya mastoiditis dapat diminimalkan. Kesadaran dan penanganan dini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan pendengaran dan mencegah dampak jangka panjang yang merugikan.

Jika Anda menghadapi kesulitan pendengaran, kami sebagai pusat alat bantu dengar  telah siap memberikan solusi yang optimal untuk Anda. Di Brilliant Hearing, kami menawarkan beragam perangkat pendengaran berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, seperti Signia Intuis, Audio Service, dan masih banyak lagi. Langkah pertama dalam menjaga kesehatan pendengaran Anda adalah mengunjungi situs web kami dan memilih dari berbagai pilihan terbaik yang kami sediakan.

Baca Juga: Apa Itu Perikondritis? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

 

Bagikan :

Pusat Alat Bantu Dengar

alat bantu dengar basic

Basic

Mulai dari 1 Jutaan

Improve

Mulai dari 4 Jutaan

Active

Mulai dari 5 Jutaan

alat bantu dengar advance

Advance

Mulai dari 15 Jutaan

Signature

Mulai dari 22 Jutaan

Aksesoris

Lengkap Tersedia Disini

Artikel Lainnya